Review Film Ada Apa dengan Cinta?

review-film-ada-apa-dengan-cinta

Review Film Ada Apa dengan Cinta?. Film klasik Indonesia Ada Apa dengan Cinta? yang dirilis pada 2002 kembali menjadi sorotan di awal 2026. Versi rebirth berjudul Rangga & Cinta tayang sejak Oktober 2025 dan berhasil menarik perhatian generasi lama maupun baru. Film ini bukan sekuel, melainkan interpretasi ulang kisah romansa remaja ikonik antara Cinta dan Rangga, dengan sentuhan musikal yang segar. Disutradarai Riri Riza, karya ini membawa kembali nuansa nostalgia era 2000-an sambil menyesuaikan dengan selera penonton masa kini. Hingga kini, film ini telah ditonton ratusan ribu orang dan menuai beragam respons positif. TIPS MASAK

Plot dan Karakter Utama: Review Film Ada Apa dengan Cinta?

Cerita Rangga & Cinta tetap setia pada inti asli: Cinta, siswi SMA populer yang dikelilingi geng sahabat setia, bertemu Rangga, pemuda pendiam pemenang lomba puisi. Pertemuan itu memicu perasaan baru yang mengguncang zona nyaman Cinta, termasuk persahabatannya. Pemeran utama kali ini adalah wajah baru—Leya Princy sebagai Cinta dan El Putra Sarira sebagai Rangga—yang membawa energi muda dan natural.

Mereka didukung aktor pendukung seperti Jasmine Nadya sebagai Alya yang bijak, Daniella Tumiwa sebagai Carmen yang tomboy, serta Kyandra Sembel dan Katyana Mawira sebagai Maura dan Milly. Karakter Mamet yang culun dan Borne yang posesif turut menambah warna konflik. Chemistry antara Cinta dan Rangga terbangun perlahan, membuat penonton ikut merasakan degupan cinta pertama yang polos namun rumit.

Elemen Musikal dan Nostalgia: Review Film Ada Apa dengan Cinta?

Perbedaan paling menonjol dari versi asli adalah genre drama musikal. Lagu-lagu legendaris seperti “Ada Apa dengan Cinta?”, “Suara Hati Seorang Kekasih”, dan “Bimbang” diaransemen ulang dengan nuansa lebih megah. Elemen tari dan nyanyi menjadi bagian integral cerita, membuat adegan romansa terasa lebih hidup dan emosional. Nostalgia era awal 2000-an hadir kuat melalui latar Jakarta, gaya busana, hingga cara berkomunikasi tanpa pesan instan.

Film ini berhasil membangkitkan kenangan masa remaja bagi penonton lama, sekaligus memperkenalkan kisah klasik kepada generasi muda. Beberapa penyesuaian plot membuat cerita lebih berwarna, meski tetap mempertahankan esensi konflik antara persahabatan dan cinta.

Kelebihan dan Kritik

Rangga & Cinta dipuji karena kesegaran pendekatan sinematik dan performa aktor muda yang meyakinkan. Unsur musikal memberikan sentuhan unik, membuat film terasa fun dan menghibur. Banyak penonton merasa terbawa emosi, dari senyum hingga haru, terutama saat lagu-lagu ikonik mengalun. Premiere di festival internasional juga menambah prestise.

Di sisi lain, beberapa kritik menyebut film ini agak nanggung dalam menggabungkan nostalgia dan inovasi baru. Perbandingan dengan versi asli tak terhindarkan, membuat sebagian penonton merasa ada rasa asing. Namun, secara keseluruhan, karya ini berhasil menjadi jembatan antargenerasi tanpa kehilangan daya tarik romansa remaja.

Kesimpulan

Rangga & Cinta membuktikan bahwa kisah cinta klasik seperti Ada Apa dengan Cinta? masih relevan di zaman sekarang. Dengan elemen musikal yang menyegarkan dan aktor baru yang berbakat, film ini tidak hanya menghidupkan kembali memori indah, tapi juga menciptakan pengalaman baru bagi penonton. Bagi yang merindukan romansa polos masa SMA atau ingin merasakan nostalgia, film ini layak ditonton. Ia mengingatkan bahwa cinta pertama selalu punya tempat spesial, tak peduli waktu berganti. Secara keseluruhan, ini adalah tribute manis yang berhasil menyeimbangkan masa lalu dan kini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *