Review Film A Real Pain: Jesse Eisenberg Sentuh Hati

review-film-a-real-pain-jesse-eisenberg-sentuh-hati

Review Film A Real Pain: Jesse Eisenberg Sentuh Hati. A Real Pain karya Jesse Eisenberg yang tayang sejak akhir 2024 tetap menjadi salah satu film paling menyentuh dan dibicarakan hingga awal 2026. Drama komedi ini mengikuti dua sepupu Yahudi-Amerika, David (Jesse Eisenberg) dan Benji (Kieran Culkin), yang melakukan perjalanan wisata Holocaust ke Polandia untuk menghormati nenek mereka yang selamat dari perang. Film berdurasi 90 menit ini berhasil memenangkan beberapa penghargaan festival (termasuk Waldo Salt Screenwriting Award di Sundance) dan mendapat rating Rotten Tomatoes 93% dari kritikus serta 88% dari penonton. Dengan pendekatan yang sangat personal dan emosional, A Real Pain berhasil menyentuh hati banyak penonton melalui campuran humor getir, kesedihan mendalam, dan refleksi tentang trauma lintas generasi. INFO PROPERTI

Kekuatan Narasi dan Emosi yang Tulus di Film A Real Pain: Review Film A Real Pain: Jesse Eisenberg Sentuh Hati

Jesse Eisenberg tidak hanya berperan sebagai David tapi juga menulis naskah dan menyutradarai film ini. Hasilnya adalah cerita yang sangat intim dan autentik—seperti mendengar cerita keluarga sendiri. David digambarkan sebagai pria dewasa yang teratur, sukses, tapi emosionalnya tertahan, sementara Benji adalah sepupu yang eksentrik, sarkastis, dan sering membuat masalah karena tidak bisa mengendalikan emosinya. Perjalanan mereka ke Polandia menjadi cermin dari dua cara berbeda menghadapi trauma Holocaust: David mencoba memahami secara rasional, Benji merasakannya secara emosional dan sering meledak-ledak. Konflik antara keduanya terasa sangat nyata—ada pertengkaran kecil yang lucu, tapi juga momen diam yang menyakitkan ketika mereka berdua sadar betapa berat beban sejarah keluarga mereka. Adegan di Auschwitz dan makam nenek mereka menjadi puncak emosional yang sangat kuat—tanpa dialog berlebihan, hanya keheningan dan air mata yang membuat banyak penonton terharu.

Performa Kieran Culkin dan Jesse EisenbergL Review Film A Real Pain: Jesse Eisenberg Sentuh Hati

Kieran Culkin mencuri perhatian sebagai Benji—karakternya eksentrik, lucu, tapi juga sangat rapuh dan penuh luka. Culkin berhasil membuat penonton tertawa dengan sarkasme dan kelakuan anehnya, tapi juga membuat penonton menangis ketika Benji akhirnya “pecah” dan menunjukkan rasa sakit yang selama ini ia sembunyikan. Ini mungkin salah satu performa terbaik Culkin sejak Succession. Jesse Eisenberg sebagai David juga tampil sangat baik—ia berhasil bawa karakter yang tampak “sempurna” dari luar tapi sebenarnya sama rapuhnya dengan sepupunya. Chemistry keduanya terasa seperti sepupu sungguhan: saling sayang tapi sering bertengkar, saling paham tapi sering tidak mengerti satu sama lain. Ensemble cast pendukung seperti Will Sharpe dan Jennifer Grey juga menambah kedalaman, meski waktu layar mereka terbatas.

Kelemahan dan Perbandingan dengan Film Lain

Meski emosional dan performa kuat, film ini punya kelemahan di pacing yang agak tidak merata. Babak tengah terasa sedikit lambat karena terlalu banyak dialog internal dan momen “wisata Holocaust” yang kadang terasa repetitif. Beberapa penonton merasa cerita terlalu bergantung pada chemistry Eisenberg-Culkin tanpa cukup konflik eksternal yang kuat. Dibandingkan film tentang trauma Holocaust seperti The Zone of Interest yang sangat dingin dan minimalis, atau Everything Is Illuminated yang lebih ringan, A Real Pain terasa lebih hangat dan personal—lebih dekat ke drama keluarga daripada horor psikologis. Bagi sebagian penonton, endingnya terasa terlalu “manis” dan kurang meninggalkan rasa getir yang lebih kuat.

Respon Penonton dan Dampak

Penonton Indonesia yang menyukai drama karakter dan cerita keluarga menyambut sangat positif—film ini laris di bioskop indie dan platform streaming, dengan banyak diskusi soal trauma lintas generasi dan hubungan sepupu. Box office US$35 juta (untuk film indie drama termasuk sukses besar) dan banyak penghargaan festival tunjukkan film ini punya daya tarik kuat. Di media sosial, klip adegan di Auschwitz dan pertengkaran kakak-adik jadi viral. Film ini juga membuka diskusi soal warisan Holocaust pada generasi ketiga, identitas Yahudi modern, dan bagaimana keluarga menghadapi trauma masa lalu. Banyak yang bilang ini salah satu film paling tulus dan emosional 2025.

Kesimpulan

A Real Pain adalah drama emosional yang berhasil menyentuh hati dengan cara sederhana tapi sangat dalam. Jesse Eisenberg dan Kieran Culkin memberikan performa terbaik mereka, cerita penuh empati, dan pesan tentang keluarga serta trauma lintas generasi terasa tulus dan relatable. Meski pacing tengah agak lambat dan cerita tidak terlalu inovatif, film ini tetap jadi salah satu drama terbaik 2025 yang layak ditonton. Worth it? Sangat—terutama kalau kamu suka cerita keluarga dengan sentuhan humor getir dan emosi yang kuat. Kalau suka The Florida Project, Past Lives, atau The Holdovers, ini wajib. Nonton kalau belum—siapkan tisu untuk momen akhir yang mengharukan. Jesse Eisenberg kembali membuktikan bahwa ia bukan hanya aktor komedi, tapi juga sutradara dan penulis yang sangat berbakat. Film ini menyentuh hati—dan itulah yang membuatnya spesial.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *