Review Film A Complete Unknown: Bob Dylan Biopik Epik. A Complete Unknown, film biopik tentang Bob Dylan yang tayang sejak akhir 2024, masih menjadi salah satu rilisan paling dibicarakan hingga awal 2026. Disutradarai James Mangold, film ini mengisahkan perjalanan Dylan dari musisi folk muda di New York hingga kontroversi besar ketika ia beralih ke listrik di Newport Folk Festival 1965. Timothée Chalamet memerankan Dylan, didampingi Edward Norton sebagai Pete Seeger, Monica Barbaro sebagai Joan Baez, dan Elle Fanning sebagai Sylvie Russo (karakter fiksi terinspirasi Suze Rotolo). Durasi 141 menit dengan rating R membuat film ini berhasil meraup lebih dari US$280 juta secara global hingga Januari 2026. Rating Rotten Tomatoes mencapai 89% dari kritikus dan 92% dari penonton. Dengan penampilan Chalamet yang memukau dan rekonstruksi era 60-an yang sangat detail, banyak yang menyebutnya biopik musik paling epik sejak Bohemian Rhapsody atau Rocketman. Apakah film ini benar-benar layak disebut epik, atau hanya mengulang formula biopik biasa? MAKNA LAGU
Rekonstruksi Era 60-an yang Sangat Autentik di Film A Complete unknown: Review Film A Complete Unknown: Bob Dylan Biopik Epik
James Mangold berhasil membawa penonton kembali ke New York dan Newport tahun 1960-an dengan sangat meyakinkan. Kostum, set, mobil klasik, dan detail kecil seperti poster konser, rokok di mana-mana, serta suasana Greenwich Village terasa hidup dan tidak dibuat-buat. Penggunaan musik live yang direkam ulang oleh Chalamet sendiri (dengan suara asli Dylan untuk beberapa bagian) menambah rasa autentik—terutama saat ia menyanyikan “Blowin’ in the Wind” atau “Like a Rolling Stone” dengan gitar akustik dan elektrik. Adegan klimaks di Newport Folk Festival 1965 menjadi salah satu momen paling kuat: transisi Dylan dari folk ke rock listrik disajikan dengan ketegangan tinggi, sorak-sorai dan boo dari penonton terasa nyata, dan reaksi emosional Pete Seeger serta Joan Baez terasa sangat menyakitkan. Visualnya hangat dengan warna kuning-oranye khas era itu, membuat setiap frame terasa seperti arsip foto lama yang bergerak.
Performa Timothée Chalamet yang Memukau: Review Film A Complete Unknown: Bob Dylan Biopik Epik
Timothée Chalamet sebagai Bob Dylan memberikan penampilan yang luar biasa—ia berhasil menangkap sikap cuek, suara serak, dan aura misterius Dylan muda tanpa jadi imitasi murahan. Cara Chalamet memegang gitar, gerakan tubuh yang santai tapi penuh intensitas, dan ekspresi wajah saat menghadapi kritik dari komunitas folk terasa sangat meyakinkan. Ia juga menyanyi sendiri hampir semua lagu—hasilnya tidak sempurna seperti Dylan asli, tapi justru terasa sangat manusiawi dan emosional. Edward Norton sebagai Pete Seeger membawa rasa frustrasi dan kekecewaan seorang mentor yang melihat muridnya “mengkhianati” akar folk. Monica Barbaro sebagai Joan Baez juga tampil sangat kuat—chemistry-nya dengan Chalamet terasa nyata dan penuh ketegangan romantis. Elle Fanning sebagai Sylvie Russo menambah dimensi emosional yang lembut di tengah kekacauan karier Dylan. Ensemble cast terasa sangat solid—semua aktor paham nada kompleks dan emosional yang diinginkan Mangold.
Kelemahan Pacing dan Fokus Cerita: Review Film A Complete Unknown: Bob Dylan Biopik Epik
Meski sangat kuat secara emosional dan visual, film ini punya kelemahan di pacing yang agak tidak merata. Babak tengah terasa sedikit lambat karena terlalu banyak fokus pada hubungan romansa dan pertengkaran dengan komunitas folk tanpa cukup konflik besar yang maju plot. Beberapa momen terasa repetitif—Dylan menulis lagu, tampil, mendapat kritik, lalu menulis lagu lagi. Ada juga kritik bahwa film ini terlalu “aman” dalam menggambarkan kontroversi Dylan—tidak terlalu dalam mengeksplorasi sisi gelap seperti penggunaan narkoba atau hubungan yang rumit. Dibandingkan biopik musik lain seperti Rocketman yang lebih liar atau Elvis yang lebih dramatis, A Complete Unknown terasa lebih tenang dan fokus pada perjalanan artistik daripada kehidupan pribadi yang penuh drama.
Respon Penonton dan Dampak
Penonton Indonesia yang menyukai biopik musik dan cerita tentang seniman menyambut sangat positif—film ini laris di bioskop-bioskop besar, dengan banyak yang menikmati penampilan Chalamet dan musik Dylan yang autentik. Box office US$280 juta menunjukkan sukses komersial yang solid untuk biopik musik. Di media sosial, klip Chalamet menyanyi “Like a Rolling Stone” dan adegan Newport jadi viral. Film ini juga berhasil membuka diskusi soal perubahan artistik, tekanan komunitas terhadap seniman, dan bagaimana musik bisa menjadi alat perubahan sosial. Banyak yang bilang ini salah satu biopik terbaik 2025 dan layak dapat pujian atas keberaniannya fokus pada periode kritis dalam karier Dylan.
Kesimpulan
A Complete Unknown adalah biopik Bob Dylan yang berhasil jadi salah satu film paling epik dan emosional tahun 2025. Timothée Chalamet memberikan penampilan luar biasa sebagai Dylan muda, visual era 60-an yang autentik, dan cerita yang berfokus pada perjalanan artistik membuat film ini layak ditonton. Meski pacing tengah agak lambat dan kurang punya drama pribadi yang berlebihan, film ini tetap jadi tontonan berkualitas tinggi yang penuh makna. Worth it? Sangat—terutama kalau kamu penggemar musik Dylan atau biopik yang mendalam. Kalau suka film seperti Rocketman, Elvis, atau Walk the Line, ini wajib. Nonton kalau belum—siapkan telinga untuk musik klasik dan hati untuk perjalanan yang penuh gejolak. Bong Joon-ho kembali guncang dunia dengan cara yang lebih tenang tapi lebih dalam—dan itulah yang membuat sekuel ini spesial. Film ini membuktikan bahwa cerita besar bisa dilanjutkan dengan kualitas yang sama tinggi. Layak dapat tempat spesial di daftar tontonan 2025–2026.