Review Jujur Film Bioskop Berjudul One Battle After Another

Film One Battle After Another

Review Jujur Film Bioskop Berjudul One Battle After Another. One Battle After Another, film terbaru Paul Thomas Anderson yang rilis September 2025, langsung jadi salah satu yang paling dibicarakan tahun ini. Dibintangi Leonardo DiCaprio sebagai Bob Ferguson—mantan revolusioner paranoid yang hidup off-grid bareng putrinya Willa (Chase Infiniti)—cerita ini campur action thriller, komedi gelap, dan satire politik tajam. Loosely terinspirasi novel Vineland Thomas Pynchon, film ini ikuti Bob yang harus selamatkan Willa setelah musuh lama (Sean Penn) muncul lagi. Durasi 162 menit, visual epik, dan pesan relevan soal Amerika sekarang—rating awal tinggi di critics (sekitar 80-90% fresh) tapi audience campur. Ini review film ambisius yang bikin orang debat: masterpiece atau terlalu chaotic? Review jujur: entertaining banget, tapi nggak sempurna.

Plot dan Gaya Sutradara PTA

Cerita mulai dari Bob yang stoned dan paranoid, hidup sederhana bareng Willa di dunia dystopian Amerika yang lagi kacau—fasisme naik, revolusioner bawah tanah, dan white supremacist rahasia. Saat Willa diculik musuh bebuyutan Col. Lockjaw (Penn), Bob reuni dengan mantan comrade seperti Perfidia (Teyana Taylor) dan Sergio (Benicio del Toro) untuk misi penyelamatan gila: raid, chase mobil, explosion, dan konfrontasi ideologi.

PTA bikin film ini seperti roller coaster: opening 30 menit langsung intense ala action climax, campur humor absurd (Bob lupa password di saat genting) dan momen tender ayah-anak. Visualnya brilian—tracking shot panjang, score Jonny Greenwood yang manic, dan homage ke film klasik seperti The Battle of Algiers. Tapi pacing uneven: awal lambat bangun paranoia, tengah meledak action, akhir lebih introspektif. Ini PTA paling “mainstream”—action besar, tapi tetap punya signature quirky dan political bite.

Performa Aktor Film One Battle After Another dan Elemen Teknis

DiCaprio luar biasa sebagai Bob: dari stoner paranoid jadi ayah desperate, ia bawa komedi fisik (whistling ikonik) sekaligus emosi dalam—salah satu peran terbaiknya belakangan. Chase Infiniti debut mengesankan sebagai Willa: smart, fiery, dan bikin chemistry father-daughter ngena. Sean Penn intense sebagai villain, Teyana Taylor fierce, Benicio del Toro zen tapi lucu, Regina Hall solid. Ensemble ini kuat, bikin karakter flawed tapi relatable.

Teknis top: cinematography wide dan jittery tangkap chaos Amerika, edit cepat bikin action hum, soundtrack mix retro-modern. Humor dark ngena—dari slapstick sampe satire fasisme yang bikin geleng-geleng. Tapi dialog kadang over-the-top, dan beberapa subplot terasa thrown in.

Kesimpulan Film One Battle After Another

One Battle After Another adalah film PTA yang bold dan timely: satire politik Amerika sekarang, campur action thrilling dan heart father-daughter yang unexpected. Dengan DiCaprio on fire, visual memukau, dan pesan soal perlawanan serta konsekuensi ambisi, ini salah satu terbaik 2025—entertaining sekaligus provoking. Meski pacing kadang chaotic dan nggak semua joke landing, kekuatannya di energi tak henti dan relevansi. Skor jujur 8/10: wajib bioskop buat yang suka film pintar tapi fun. Di tahun penuh ketidakpastian, ini reminder: satu pertarungan demi satu, tapi harapan tetap ada. Nonton yuk, sebelum hilang dari layar besar!

Baca Selengkapnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *