Review Film The Princess Diaries. Film The Princess Diaries yang dirilis pada tahun 2001 tetap menjadi salah satu cerita coming-of-age yang paling digemari hingga kini. Mengisahkan Mia Thermopolis, seorang remaja biasa yang tiba-tiba mengetahui dirinya adalah putri mahkota kerajaan kecil di Eropa bernama Genovia, film ini berhasil menyentuh hati banyak penonton dengan campuran humor ringan, drama remaja, dan pesan tentang penerimaan diri. Debut akting Anne Hathaway sebagai Mia membawa kesegaran, sementara Julie Andrews sebagai nenek Mia memberikan sentuhan elegan dan bijaksana. Di awal 2026 ini, film klasik ini kembali ramai dibicarakan, terutama karena meningkatnya popularitas di platform streaming dan antusiasme terhadap kelanjutan ceritanya. BERITA OLAHRAGA
Sinopsis dan Alur Cerita: Review Film The Princess Diaries
Cerita berpusat pada Mia, seorang siswi SMA yang canggung dan sering merasa tak percaya diri. Hidupnya berubah drastis saat neneknya, Ratu Clarisse, datang memberi tahu bahwa ayah Mia yang sudah meninggal adalah pangeran Genovia. Mia harus memutuskan apakah menerima takhta atau melanjutkan kehidupan biasa. Proses transformasi Mia dari gadis pemalu menjadi calon putri penuh percaya diri menjadi inti alur. Ada momen-momen lucu seperti pelajaran etiket kerajaan, makeover dramatis, dan konflik dengan teman sekolah yang iri. Film ini menggabungkan elemen dongeng modern dengan realitas remaja, seperti persahabatan, cinta pertama, dan tekanan sosial, tanpa terasa berlebihan.
Akting dan Karakter Utama: Review Film The Princess Diaries
Anne Hathaway benar-benar bersinar di sini. Penampilannya sebagai Mia terasa alami, membuat penonton mudah berempati dengan kegugupan dan pertumbuhan karakternya. Julie Andrews membawakan peran ratu dengan keanggunan khas, memberikan kedalaman emosional pada hubungan kakek-nenek dan cucu. Karakter pendukung seperti sahabat Mia yang setia dan pengawal pribadi juga menambah warna, dengan dialog yang tajam dan humor yang pas. Secara keseluruhan, chemistry antar pemain membuat film ini terasa hangat dan relatable, meski beberapa karakter stereotipikal seperti teman populer yang jahat.
Relevansi di Masa Kini dan Dampak Budaya
Meski sudah berusia lebih dari dua dekade, The Princess Diaries masih relevan hari ini. Pesan tentang self-acceptance dan bahwa kecantikan sejati datang dari dalam sangat cocok untuk generasi muda yang menghadapi tekanan media sosial. Baru-baru ini, film ini sering muncul di daftar tontonan populer di layanan streaming, menarik kembali penonton lama sekaligus memperkenalkannya kepada yang baru. Kabar mengenai sekuel ketiga yang sedang dipersiapkan, dengan Anne Hathaway kembali berperan, semakin membangkitkan nostalgia. Film ini telah menjadi ikon budaya pop, menginspirasi banyak cerita serupa tentang transformasi dan identitas diri.
Kesimpulan
The Princess Diaries adalah film yang menyenangkan dan menginspirasi, dengan keseimbangan sempurna antara hiburan ringan dan pelajaran berharga. Meski ada elemen klise khas film remaja, kekuatan utamanya terletak pada karakter yang kuat dan pesan positifnya. Bagi siapa saja yang mencari tontonan feel-good, film ini layak ditonton ulang. Dengan antusiasme yang kembali muncul belakangan ini, termasuk rencana kelanjutan cerita, warisan film ini tampaknya akan terus bertahan lama. Secara keseluruhan, ini tetap salah satu komedi romantis remaja terbaik yang pernah ada.