Review Film The Act: Kisah Nyata Kasus Pembunuhan Dee Dee. The Act (2019), serial miniseries Hulu karya Michelle Dean dan Nick Antosca yang dibintangi Patricia Arquette sebagai Dee Dee Blanchard dan Joey King sebagai Gypsy Rose Blanchard, tetap menjadi salah satu produksi true crime paling mengguncang dan banyak dibahas hingga awal 2026. Serial delapan episode ini merekonstruksi kasus nyata pembunuhan Dee Dee Blanchard pada Juni 2015 di Springfield, Missouri—sebuah tragedi yang melibatkan Munchausen syndrome by proxy, manipulasi medis ekstrem, dan akhirnya pembunuhan yang dilakukan oleh putrinya sendiri, Gypsy Rose. Hingga Februari 2026, serial ini terus dipuji karena berhasil menangkap kompleksitas hubungan ibu-anak yang toksik, dampak psikologis dari penipuan medis jangka panjang, dan bagaimana satu kasus bisa mengubah persepsi masyarakat terhadap sindrom Munchausen by proxy. REVIEW FILM
Rekonstruksi Kasus Dee Dee dan Gypsy Rose: Review Film The Act: Kisah Nyata Kasus Pembunuhan Dee Dee
Cerita dimulai dengan Dee Dee Blanchard yang tampak sebagai ibu penyayang yang penuh pengorbanan. Ia mengklaim Gypsy Rose menderita berbagai penyakit serius sejak kecil: leukemia, distrofi otot, epilepsi, asma, dan gangguan pencernaan. Gypsy selalu menggunakan kursi roda, selang makanan, dan obat-obatan dalam jumlah besar, sementara Dee Dee mengumpulkan simpati dan bantuan dari komunitas, termasuk rumah dari Habitat for Humanity dan donasi Make-A-Wish. Namun seiring cerita berkembang, terungkap bahwa hampir semua diagnosis itu palsu atau dilebih-lebihkan.
Dee Dee memaksa Gypsy menjalani perawatan medis yang tidak perlu, termasuk operasi dan obat-obatan yang sebenarnya merusak kesehatan Gypsy. Serial ini menunjukkan bagaimana Dee Dee mengontrol kehidupan Gypsy secara total: melarangnya berjalan, memotong rambutnya agar terlihat seperti anak kecil, dan mengisolasi dari dunia luar. Ketegangan mencapai puncak ketika Gypsy mulai menyadari bahwa ia sebenarnya sehat dan bisa berjalan. Pada Juni 2015, Gypsy—dibantu pacar online Nicholas Godejohn—merencanakan dan melakukan pembunuhan terhadap ibunya dengan menusuk 17 kali.
Penyelidikan dan Pengungkapan Kebenaran: Review Film The Act: Kisah Nyata Kasus Pembunuhan Dee Dee
Serial ini tidak hanya menceritakan kronologi pembunuhan, tapi juga proses penyelidikan yang mengungkap lapisan-lapisan kebohongan Dee Dee selama bertahun-tahun. Detektif menemukan bahwa Gypsy tidak pernah benar-benar sakit seperti yang diklaim; ia bisa berjalan, makan sendiri, dan bahkan memiliki kemampuan intelektual normal. Dokumen medis palsu, resep obat yang berlebihan, dan manipulasi dokter menjadi bukti utama. Pengadilan akhirnya menjatuhkan hukuman Gypsy 10 tahun penjara (dengan pembebasan bersyarat pada Desember 2023), sementara Nicholas dijatuhi hukuman seumur hidup.
The Act berhasil menunjukkan bagaimana Dee Dee memanfaatkan sistem medis dan simpati masyarakat untuk mempertahankan kontrol atas Gypsy. Serial ini juga menggambarkan dampak psikologis jangka panjang pada Gypsy: trauma yang membuatnya sulit membedakan realitas dan kebohongan yang ditanamkan ibunya selama bertahun-tahun.
Kesimpulan
The Act adalah serial yang langka: menyedihkan sekaligus sangat mencekam, realistis tapi penuh ketegangan, dan mendalam tanpa terasa bertele-tele. Kekuatan utamanya terletak pada rekonstruksi kisah nyata kasus pembunuhan Dee Dee Blanchard yang akurat, penampilan luar biasa Patricia Arquette sebagai Dee Dee dan Joey King sebagai Gypsy, serta penggambaran tajam tentang sindrom Munchausen by proxy dan dampaknya terhadap korban. Serial ini berhasil menjadi tontonan wajib bagi penggemar true crime seperti Gypsy Rose atau The Act spin-off, dengan tambahan nuansa psikologis yang membuatnya terasa sangat manusiawi. Hingga 2026, The Act tetap relevan karena menunjukkan bahwa kebohongan dalam keluarga bisa berakibat fatal, dan keadilan kadang datang dengan harga yang sangat mahal. Jika kamu sedang mencari serial yang membuat marah sekaligus mengharukan, The Act adalah pilihan tepat. Saksikan atau tonton ulang—karena terkadang “ibu yang penyayang” bisa menjadi ancaman terbesar bagi anaknya sendiri. Sebuah karya yang gelap, cerdas, dan sangat tepat waktu.