Review Film Ali Topan: Cinta di Tengah Kemiskinan

Review Film Ali Topan: Cinta di Tengah Kemiskinan

Review Film Ali Topan: Cinta di Tengah Kemiskinan. Ali Topan tayang di bioskop Indonesia pada 14 September 2023, menjadi salah satu film adaptasi komik lokal yang paling dinanti tahun itu. Disutradarai Sidharta Tata dan dibintangi Jefri Nichol sebagai Ali Topan serta Ziva Magnolya sebagai Ratu, film berdurasi 114 menit ini mengangkat kisah klasik komik karya Teguh Santosa tentang anak kampung pemberani yang jatuh cinta pada gadis kaya. Berlatar era 1970-an di Jakarta, cerita menggabungkan aksi, komedi, romansa, dan kritik sosial tentang kesenjangan kelas serta kemiskinan. Dengan skor penonton tinggi dan apresiasi atas chemistry Jefri-Ziva serta nuansa retro yang autentik, film ini berhasil jadi tontonan menghibur sekaligus menyentuh, terutama bagi yang mencari cerita cinta sederhana di tengah kerasnya hidup. REVIEW FILM

Alur Cerita dan Plot: Review Film Ali Topan: Cinta di Tengah Kemiskinan

Ali Topan adalah pemuda kampung miskin di kawasan Tanah Abang yang dikenal jago berkelahi dan setia pada teman. Ia hidup seadanya bersama ibunya yang sakit-sakitan dan bekerja serabutan. Suatu hari ia bertemu Ratu, gadis cantik dari keluarga kaya yang sekolah di SMA elite. Pertemuan tak sengaja itu berubah jadi cinta pada pandangan pertama, tapi hubungan mereka langsung dihadang jurang kelas sosial. Ayah Ratu, seorang pengusaha besar, melarang keras anaknya dekat dengan “anak kampung”. Ali yang nekat terus berusaha mendekati Ratu meski sering dihajar preman bayaran dan diusir dari sekolah Ratu. Ada subplot tentang Ali yang terlibat masalah dengan geng motor dan preman tanah abang, serta upaya ia mencari uang untuk biaya pengobatan ibunya. Konflik memuncak ketika Ratu dipaksa dijodohkan dengan anak konglomerat, sementara Ali harus memilih antara menyerah atau melawan demi cinta sejatinya. Meski cerita terasa klasik dan predictable, eksekusi emosionalnya kuat—terutama di adegan-adegan Ali berjuang demi ibu dan Ratu—serta ending yang bittersweet tapi penuh harapan.

Pemeran dan Penampilan: Review Film Ali Topan: Cinta di Tengah Kemiskinan

Jefri Nichol sebagai Ali Topan tampil sangat pas—ia membawa energi anak kampung yang liar tapi punya hati tulus. Penampilannya di adegan aksi fisik dan momen romansa terasa natural, sementara ekspresi sedihnya saat ibunya sakit terasa menyentuh. Ziva Magnolya sebagai Ratu memberikan nuansa gadis manja yang mulai berubah karena cinta, dengan chemistry yang kuat bersama Jefri. Pemeran pendukung seperti Ibnu Jamil sebagai ayah Ratu dan Vonny Cornellya sebagai ibu Ali menambah kedalaman konflik keluarga. Adegan-adegan antara Ali dan ibunya jadi salah satu momen paling emosional film ini. Secara keseluruhan, cast berhasil menghidupkan nuansa Jakarta 70-an dengan baik—dari bahasa, gaya rambut, hingga kostum yang retro tapi tidak lebay.

Elemen Cinta dan Kemiskinan

Film ini kuat dalam menggambarkan cinta yang tumbuh di tengah kemiskinan. Ali tidak punya apa-apa selain keberanian dan hati yang tulus, sementara Ratu hidup dalam kemewahan tapi merasa terkekang ekspektasi keluarga. Ada kritik sosial halus tentang kesenjangan kelas—anak miskin dianggap tidak layak mencintai anak kaya, preman bayaran mudah disewa, dan sistem yang lebih menguntungkan yang punya duit. Aksi berkelahi ala komik 70-an terasa fun dan tidak berlebihan, sementara romansa dibangun lewat momen kecil seperti Ali mengantar Ratu pulang naik motor butut atau mereka berbagi es kelapa di pinggir jalan. Humor muncul dari interaksi Ali dengan geng motor dan teman-temannya yang kocak. Meski ada beberapa adegan klise, film ini berhasil membuat penonton tersentuh karena kejujuran dalam menggambarkan perjuangan hidup dan cinta yang murni di tengah keterbatasan.

Kesimpulan

Ali Topan adalah adaptasi komik yang sukses menghibur sekaligus menyentuh, berhasil menyajikan cinta di tengah kemiskinan dengan cara sederhana tapi tulus. Jefri Nichol dan Ziva Magnolya membawa chemistry yang kuat, sementara arahan Sidharta Tata menjaga nuansa retro Jakarta 70-an dengan baik tanpa terasa dipaksakan. Meski cerita tidak terlalu inovatif dan beberapa bagian terasa klasik, film ini punya hati yang besar dan pesan positif tentang ketulusan serta perjuangan. Cocok untuk ditonton bersama keluarga atau pasangan yang ingin cerita romansa ringan tapi bermakna. Skor keseluruhan: 7.5/10—cinta sederhana yang terasa hangat di tengah kerasnya hidup.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *