Review Film Alas Roban: Misteri Bus Hilang

Review Film Alas Roban: Misteri Bus Hilang

Review Film Alas Roban: Misteri Bus Hilang. Di antara film horor Indonesia yang berhasil mencuri perhatian pada akhir 2024 hingga awal 2026, Alas Roban tetap menjadi salah satu yang paling menegangkan dan banyak dibicarakan. Tayang perdana di bioskop pada 31 Oktober 2024, film ini langsung menduduki posisi teratas box office lokal selama beberapa minggu dan kini sering menjadi rekomendasi ulang di platform streaming. Berlatar di Jawa Timur, khususnya kawasan Alas Roban yang terkenal angker, film ini mengisahkan misteri bus pariwisata yang hilang tanpa jejak bersama seluruh penumpangnya. Dengan durasi 1 jam 45 menit, Alas Roban menyajikan thriller misteri yang dibalut elemen horor supranatural, di mana sekelompok orang dewasa muda berusaha mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada bus yang lenyap di jalan setapak itu. Lewat atmosfer gelap, jump scare yang terukur, dan twist yang cukup mengejutkan, film ini berhasil membawa penonton merasakan ketegangan misteri bus hilang yang masih menjadi salah satu kasus urban legend paling kuat di Indonesia. INFO GAME

Latar Belakang Film: Review Film Alas Roban: Misteri Bus Hilang

Alas Roban disutradarai oleh Rako Prijanto dan diproduksi oleh MD Pictures, rumah produksi yang dikenal dengan film horor berkualitas seperti Pengabdi Setan series. Cerita ditulis oleh Rako bersama tim penulis yang mengambil inspirasi dari berbagai cerita rakyat dan kasus hilangnya kendaraan di kawasan hutan Jawa Timur. Pemeran utama diisi oleh Reza Rahadian sebagai sopir truk yang menjadi saksi kunci, Luna Maya sebagai jurnalis investigasi, dan Arya Saloka sebagai pemuda lokal yang paham cerita mistis daerah. Film ini mengambil lokasi syuting di hutan-hutan terpencil Jawa Timur, menggunakan pencahayaan minim dan suara alam yang mencekam untuk membangun suasana. Efek visual dan suara dibuat realistis tanpa mengandalkan CGI berlebihan, sehingga rasa takut terasa lebih dekat dan nyata. Sejak rilis, film ini berhasil menarik perhatian baik dari penonton bioskop maupun streaming, terutama karena memanfaatkan salah satu legenda urban paling terkenal di Indonesia: bus pariwisata yang hilang di Alas Roban bersama seluruh penumpangnya.

Analisis Tema dan Makna: Review Film Alas Roban: Misteri Bus Hilang

Inti cerita Alas Roban adalah misteri bus hilang yang dibalut dengan elemen horor supranatural khas Jawa. Film ini mengambil sudut pandang sekelompok orang yang secara tidak sengaja terlibat dalam pencarian jawaban: seorang sopir truk yang melihat kejadian, jurnalis yang ingin mengungkap fakta, dan warga lokal yang tahu cerita lama. Ketegangan dibangun perlahan melalui penemuan-penemuan kecil—barang bawaan penumpang yang tersebar, rekaman suara aneh, hingga bayangan yang muncul di hutan—sebelum mencapai klimaks yang berdarah dan mengejutkan.
Tema utama film ini adalah harga dari mengganggu tempat yang “dijaga” oleh kekuatan gaib. Alas Roban digambarkan sebagai kawasan yang memiliki “penunggu” yang tidak suka diganggu, dan bus yang hilang menjadi simbol pembalasan atas keserakahan atau kelalaian manusia. Ada kritik halus terhadap perilaku manusia modern yang menganggap enteng cerita rakyat dan tradisi lokal, serta bahaya ketika teknologi (seperti GPS dan kamera) dianggap lebih unggul daripada pengetahuan lokal. Meski elemen horornya kuat, film ini juga menyisipkan sentuhan drama keluarga dan penyesalan pribadi, terutama melalui karakter sopir truk yang membawa beban masa lalu. Twist di akhir cerita cukup berhasil mengejutkan tanpa terasa dipaksakan, meski beberapa penonton merasa klimaksnya agak terburu-buru.

Dampak dan Resepsi Publik

Sejak tayang, Alas Roban mendapat sambutan positif karena berhasil menghidupkan kembali salah satu legenda urban legendaris Indonesia dengan eksekusi yang rapi. Banyak penonton memuji atmosfer gelapnya yang berhasil membuat bulu kuduk merinding, terutama adegan-adegan di hutan malam hari. Reza Rahadian dan Luna Maya mendapat pujian atas chemistry dan penampilan mereka yang natural. Di media sosial, film ini viral berkat potongan adegan jump scare dan teori-teori penggemar tentang “apa yang sebenarnya terjadi pada bus itu”. Meski ada kritik bahwa beberapa bagian cerita terasa klise atau kurang dieksplorasi mendalam, secara keseluruhan film ini dianggap sebagai salah satu horor Indonesia terbaik tahun 2024. Di 2026, serial ini masih sering muncul di daftar rekomendasi horor lokal di Netflix dan platform lain, terutama saat musim hujan atau menjelang Halloween, membuktikan daya tariknya yang bertahan lama.

Kesimpulan

Alas Roban adalah thriller misteri horor yang berhasil menghidupkan legenda bus hilang dengan cara yang menegangkan dan cukup cerdas. Dengan atmosfer mencekam, lokasi autentik, dan twist yang memuaskan, film ini menjadi tambahan kuat dalam daftar horor Indonesia yang layak ditonton. Meski tidak sempurna, eksekusi visual dan kemampuannya membangun ketegangan membuatnya layak menjadi salah satu referensi horor lokal modern. Di awal 2026 ini, ketika penonton masih haus akan cerita mistis berlatar lokal, Alas Roban mengingatkan bahwa kadang misteri paling menyeramkan adalah yang lahir dari cerita rakyat kita sendiri. Jika Anda belum menonton atau ingin menonton ulang, siapkan suasana gelap dan teman—film ini akan membuat Anda memikirkan dua kali sebelum melewati jalan setapak di malam hari.

BACA SELENGKAPNYA DI..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *