Review Film: Love My Scent Di tengah kompleksitas drama kehidupan modern, terkadang penonton hanya membutuhkan tontonan sederhana yang manis, ringan, dan sedikit ajaib. Love My Scent (judul asli: Uri Sarang-i Hyang-gilo Nam-eul Ttae), yang dirilis pada tahun 2023, hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Film ini memasangkan aktor penuh talenta Yoon Shi-yoon dengan aktris yang sedang naik daun, Seol In-ah, dalam sebuah narasi fantasi romantis klasik yang mengingatkan kita pada drakor era 2000-an.
Premisnya berputar pada sebuah trope yang sudah sering kita dengar namun tetap menarik: “ramuan cinta”. Chang-soo (Yoon Shi-yoon) adalah pria pemalu dan canggung yang tidak pernah beruntung dalam percintaan maupun karier. Hidupnya berubah drastis ketika ia mendapatkan sebotol parfum misterius yang memiliki kekuatan magis: siapa pun wanita yang mencium aromanya akan jatuh cinta padanya secara instan. Di sisi lain, ada A-ra (Seol In-ah), wanita cantik yang tampak memiliki segalanya namun sebenarnya kesepian. Ketika aroma parfum tersebut mempertemukan mereka, dimulailah kisah cinta yang kacau, menggelitik, namun juga mengharukan.
Komedi Situasional Akibat Sihir Aroma
Daya tarik utama film ini terletak pada kekacauan komedi yang disebabkan oleh parfum tersebut. Sutradara Lim Sung-yong memanfaatkan premis ini untuk menciptakan situasi-situasi slapstick yang mengundang tawa. Chang-soo, yang biasanya tidak kasat mata bagi wanita, tiba-tiba dikejar-kejar oleh berbagai wanita dari segala usia—mulai dari nenek-nenek di bus hingga wanita asing di jalanan—hanya karena hembusan angin membawa aroma parfumnya. (casino)
Yoon Shi-yoon, yang memang dikenal ahli dalam memerankan karakter boy-next-door yang ekspresif dan sedikit konyol, tampil sangat pas di sini. Ekspresi kebingungan dan kepanikan yang ia tampilkan saat menjadi magnet wanita sangat menghibur. Namun, di balik komedi tersebut, film ini menyisipkan rasa simpati pada karakternya. Kita melihat bahwa Chang-soo menggunakan parfum tersebut bukan karena ia jahat atau manipulatif, melainkan karena ia sangat putus asa dan rindu untuk dicintai.
Konflik Klasik: Cinta Murni vs Manipulasi
Meskipun dibalut komedi, Love My Scent menyentuh inti permasalahan moral yang serius: otentisitas perasaan. Hubungan antara Chang-soo dan A-ra berkembang dengan manis, namun selalu dibayangi oleh kebohongan besar. Penonton diajak bertanya-tanya, apakah perasaan A-ra murni hasil sihir parfum, ataukah ada ketertarikan tulus yang tumbuh di luar pengaruh aroma tersebut?
Seol In-ah memberikan penampilan yang menyegarkan sebagai A-ra. Ia berhasil menyeimbangkan sisi komikal saat “mabuk kepayang” akibat parfum dengan sisi emosional saat ia mulai mempertanyakan perasaannya sendiri. Konflik batin Chang-soo juga digarap dengan cukup baik; rasa bersalahnya tumbuh seiring dengan besarnya cintanya pada A-ra. Ia sadar bahwa hubungan yang dibangun di atas manipulasi—sekecil apa pun—tidak akan bertahan lama. Film ini mengajarkan bahwa kepercayaan diri dan ketulusan hati jauh lebih memikat daripada zat kimia apa pun.
Nuansa Nostalgia dan Ringan Review Film: Love My Scent
Secara visual dan penceritaan, Love My Scent terasa seperti throwback ke film-film romantis Korea jadul yang tidak terlalu mementingkan logika plot yang rumit, melainkan fokus pada perasaan hangat (fuzzy feelings). Tidak ada villain yang jahat luar biasa atau intrik politik yang berat. Hambatan utamanya hanyalah rasa insecurity karakter dan mantan pacar A-ra yang obsesif (diperankan oleh Noh Sang-hyun) yang berfungsi sebagai pemicu konflik eksternal.
Bagi sebagian penonton yang kritis, plot film ini mungkin terasa sangat mudah ditebak dan agak klise. Resolusi masalahnya pun tergolong standar untuk genre ini. Namun, justru kesederhanaan itulah yang menjadi kekuatan utamanya. Film ini tidak berusaha menjadi masterpiece sinematik yang berat; ia memposisikan dirinya sebagai comfort movie—tontonan yang cocok dinikmati saat santai di akhir pekan tanpa perlu mengerutkan dahi.
Kesimpulan Review Film: Love My Scent
Secara keseluruhan, Love My Scent adalah sebuah komedi romantis yang manis dan sopan. Film ini mengandalkan pesona kedua pemeran utamanya untuk menutupi kekurangan dalam orisinalitas naskah. Chemistry antara Yoon Shi-yoon dan Seol In-ah sangat likable dan membuat penonton betah mengikuti kisah mereka hingga akhir.
Film ini mengajarkan pesan sederhana namun penting: bahwa kita tidak membutuhkan “sihir” atau topeng untuk dicintai. Aroma terbaik yang bisa dimiliki seseorang adalah aroma ketulusan dan keberanian untuk menjadi diri sendiri. Jika Anda mencari film yang ringan, lucu, dan dijamin memberikan happy ending, Love My Scent adalah pilihan yang wangi dan menyegarkan.
review film lainnya …..