Review Film Ratatouille

review-film-ratatouille

Review Film Ratatouille. Di akhir 2025, saat banyak orang mencari comfort movie untuk menutup tahun yang melelahkan, Ratatouille (2007) kembali menduduki puncak daftar tontonan ulang di berbagai penjuru dunia. Film animasi tentang tikus yang bercita-cita jadi koki ini bukan sekadar hiburan anak-anak; ia tumbuh bersama penontonnya dan kini dihargai sebagai salah satu karya paling cerdas, hangat, dan sempurna secara teknis yang pernah dibuat. Dengan kalimat legendaris “Anyone can cook”, film ini terus mengingatkan kita bahwa bakat bisa datang dari mana saja, bahkan dari selokan Paris. BERITA TERKINI

Cerita yang Sederhana Tapi Mengguncang: Review Film Ratatouille

Remy, tikus desa dengan indra penciuman luar biasa, terpisah dari keluarganya dan berakhir di restoran legendaris di Paris. Di sana ia bertemu Linguini, tukang cuci piring yang tak bisa masak, dan mereka membuat kesepakatan aneh: Remy mengendalikan gerakan Linguini dari balik topi koki. Apa yang awalnya terdengar konyol berubah menjadi perjalanan emosional tentang mimpi, identitas, dan keberanian menjadi diri sendiri. Konfliknya tidak pernah dipaksakan; ancaman terbesar bukan penutup restoran atau kritikus makanan yang kejam, melainkan pertanyaan sederhana: apakah dunia siap menerima tikus sebagai seniman? Cerita ini berlari cepat, penuh kejutan kecil yang lucu, tapi selalu kembali ke inti yang mengharukan: mengejar passion meski semua orang bilang itu tak mungkin.

Animasi yang Masih Menakjubkan Hampir Dua Dekade Kemudian: Review Film Ratatouille

Secara visual, Ratatouille tetap jadi benchmark animasi. Paris digambarkan dengan detail cinta yang gila: cahaya sore yang menyelinap di atap seng, uap mengepul dari panci tembaga, tetesan air hujan di kaca jendela, sampai bulu basah Remy yang terlihat nyata. Adegan memasak adalah balet digital; setiap irisan wortel, gelembung saus, dan percikan minyak zaitun dibuat dengan obsesi perfeksionis. Yang paling mengesankan, ekspresi wajah karakter—dari mata Remy yang penuh harap sampai seringai Ego yang sinis—mampu menyampaikan emosi lebih dalam daripada banyak film live-action. Bahkan di layar 4K tahun ini, film ini masih terlihat lebih hidup daripada sebagian besar animasi baru.

Pesan Universal yang Semakin Kuat Seiring Waktu

Di balik komedi fisik yang brilian, Ratatouille menyisipkan kritik tajam tentang kelas sosial, prasangka, dan gatekeeping di dunia seni kuliner. Kritikus Anton Ego, dengan monolog penutupnya yang legendaris, berhasil meruntuhkan tembok snobisme: “Not everyone can become a great artist, but a great artist can come from anywhere.” Pesan ini terasa semakin relevan di era di mana banyak orang merasa impian mereka dianggap tidak sah karena latar belakang, pendidikan, atau penampilan. Film ini tidak pernah menggurui; ia hanya menunjukkan bahwa rasa hormat harus diperoleh lewat karya, bukan asal-usul. Itulah mengapa banyak koki profesional sampai hari ini menganggap film ini sebagai surat cinta paling jujur untuk profesi mereka.

Warisan yang Tak Tergoyahkan

Hampir 20 tahun kemudian, Ratatouille tetap jadi salah satu pencapaian puncak animasi abad 21. Ia memenangkan penghargaan tertinggi di tahun perilisannya, menginspirasi generasi anak-anak untuk bereksperimen di dapur, dan bahkan menjadi meme abadi di internet. Lebih dari itu, ia membuktikan bahwa film untuk segala umur bisa punya lapisan emosi yang dalam tanpa mengorbankan kegembiraan. Di 2025, ketika banyak animasi baru terasa formulaik, karya ini seperti segelas sup hangat di malam dingin—sederhana, bergizi, dan selalu membuat hati penuh.

Kesimpulan

Ratatouille bukan sekadar film bagus; ia adalah pengingat bahwa mimpi tak mengenal spesies, kelas, atau batas apa pun. Dengan cerita yang menghangatkan, visual yang memanjakan, pesan yang timeless, dan eksekusi sempurna, ia tetap jadi salah satu karya paling dicintai sepanjang masa. Kalau tahun ini kamu hanya punya waktu untuk satu film ulang, jadikanlah ini. Karena seperti ratatouille itu sendiri, semakin sering dihangatkan, rasanya semakin enak.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *